stikesmuhbjngr@gmail.com +62 812-5239-1126
Beranda / Berita / Silaturahim Syawalan 1447 H: Mempererat ...
Berita

Silaturahim Syawalan 1447 H: Mempererat Ukhuwah, Mengukuhkan Sinergi di Lingkungan STIKES Maboro

Admin Maboro 31 Maret 2026 151 dibaca
Silaturahim Syawalan 1447 H: Mempererat Ukhuwah, Mengukuhkan Sinergi di Lingkungan STIKES Maboro
​BOJONEGORO – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Utama Kampus STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) pada hari ini, Senin (30/03/2026). Seluruh civitas akademika berkumpul dalam agenda Silaturahim Syawalan 1447 H, sebuah momentum sakral untuk melebur khilaf dan merajut kembali semangat kebersamaan pasca-perayaan Idulfitri. ​Kehadiran Kolektif yang Menyejukkan, kegiatan ini tidak sekadar seremoni rutin, melainkan bukti nyata soliditas lembaga. Acara dihadiri secara lengkap oleh segenap Keluarga Besar STIKES Maboro, mulai dari jajaran pimpinan, dosen yang berdedikasi, staf kependidikan yang sigap, hingga seluruh mahasiswa dari berbagai program studi. Kehadiran seluruh elemen ini menciptakan harmoni yang mencerminkan etos kerja kolektif institusi. ​Refleksi Teologis Idulfitri dan Idulfitrah. Puncak acara diisi dengan suntikan rohani dari Ust. Alfarabi, M.Pd. (Dosen AIK STIKES Maboro). Dalam uraiannya yang bernas, beliau membedah distingsi fundamental antara Idulfitri dan Idulfitrah berdasarkan tinjauan Muhammadiyah: ​Idulfitri sebagai Hari Berbuka: Beliau menjelaskan bahwa secara etimologis, fithr berarti berbuka. Idulfitri adalah momentum kembalinya kita diperbolehkan makan dan minum di siang hari, merayakan kemenangan atas kendali diri selama Ramadan. ​Idulfitrah sebagai Kembali ke Kesucian: Sementara itu, Idulfitrah (dari akar kata fithrah) bermakna kembalinya manusia pada asal kejadiannya yang suci, bersih dari noktah dosa, dan memiliki kecenderungan alami pada kebenaran (tauhid). ​"Muhammadiyah memandang Syawal bukan sekadar akhir dari puasa, melainkan awal dari implementasi kesucian diri tersebut ke dalam amal nyata yang bermanfaat bagi sesama," tegas Ust. Alfarabi dalam tausiyahnya. ​Visi Unggul, Profesional, dan Islami. Dalam sambutannya, jajaran pimpinan STIKES Maboro turut menekankan bahwa spirit Syawal harus menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika untuk terus bergerak maju. Pesan utamanya adalah transformasi diri pasca-Ramadan harus tercermin dalam etos kerja dan belajar yang selaras dengan tagline kebanggaan: Unggul, Profesional, dan Islami. ​Momen Kebersamaan yang Menyentuh. Prosesi bersalam-salaman menjadi puncak yang emosional. Di bawah pendar layar digital "Silaturahim Syawalan 1447 H", satu per satu mahasiswa menjabat tangan para pimpinan dan dosen. Tradisi ini menghapuskan sekat formalitas, menyatukan visi dalam balutan persaudaraan Islam yang erat. ​Menatap Masa Depan dengan Optimisme. Acara ditutup dengan ramah tamah yang mencairkan suasana. Melalui kegiatan ini, STIKES Maboro berharap semangat kemenangan Idulfitri dapat bertransformasi menjadi inovasi nyata dalam pelayanan akademik dan pengabdian masyarakat, guna mencetak tenaga kesehatan yang kompeten serta berakhlakul karimah.
Bagikan: Facebook WhatsApp