stikesmuhbjngr@gmail.com +62 812-5239-1126
Admin
🌐 Bahasa
Pilih Bahasa
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇨🇳 中文
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇫🇷 Français
🇩🇪 Deutsch
🇳🇱 Nederlands
🇪🇸 Español
🇷🇺 Русский
🇹🇷 Türkçe
Beranda / Berita / Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Tim...
Berita

Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Tim KKN STIKES Maboro Gandeng UKM Maharesigana Gelar Edukasi Bencana di SD Jatiblimbing 1, 2, dan 3

Admin Maboro 11 Agustus 2026 16 dibaca
Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Tim KKN STIKES Maboro Gandeng UKM Maharesigana Gelar Edukasi Bencana di SD Jatiblimbing 1, 2, dan 3

JATIBLIMBING, BOJONEGORO — Dalam upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES Maboro) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Maharesigana menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pengenalan bencana alam kepada para siswa di SD Negeri Jatiblimbing 1, 2, dan 3 pada Selasa (11/08/2026). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Edukasi ini dilaksanakan secara interaktif dan aplikatif untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai kerentanan bencana, risiko lingkungan, serta tata cara penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat wilayah Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi ancaman bencana alam musiman, seperti banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo dan angin puting beliung.

Materi Terstruktur dan Simulasi Praktis

Dalam sesi pemaparan materi, tim penyuluh mengemas konsep mitigasi bencana dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami anak usia sekolah dasar. Beberapa poin utama materi meliputi:

1. Pengenalan Jenis Bencana Alam: Siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk bencana seperti banjir, angin puting beliung, gempa bumi, hingga gunung meletus. Meskipun Bojonegoro tidak memiliki gunung api aktif, pemahaman terkait erupsi tetap diberikan untuk memperluas wawasan kebangsaan siswa. 

2. Ancaman Bencana Lokal Bojonegoro: Menekankan kewaspadaan terhadap banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang kerap menggenangi permukiman dan sekolah, serta potensi angin puting beliung yang dapat merobohkan pohon dan bangunan.

3. Langkah Respon dan Mitigasi Bencana:

Sebelum Bencana: Mengetahui lokasi aman, jalur evakuasi, dan selalu menyimak informasi dari guru/orang tua.

Saat Bencana: Tetap tenang, tidak panik, serta mematuhi arahan keselamatan dari guru di kelas.

Setelah Bencana: Segera berkumpul di titik evakuasi aman dan tidak bermain di area yang berisiko bahaya.

Antusiasme para siswa SD Jatiblimbing 1, 2, dan 3 terlihat sangat tinggi sepanjang rangkaian acara. Melalui pendekatan edukasi dan praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap menyelamatkan diri sendiri saat darurat, tetapi juga mampu menjadi agen cilik kesiapsiagaan di lingkungan keluarga masing-masing.

Tim KKN STIKES Maboro dan UKM Maharesigana berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak positif dan berkelanjutan demi terciptanya masyarakat Bojonegoro yang tangguh dan siap siaga bencana.

Penulis: Thoyiba Wahyu Famelia

Bagikan: Facebook WhatsApp
Kepo-in Maboro
Online - siap membantu
Halo! Ada yang bisa aku bantu? 👋
Pilih topik: 📋 PMB & Pendaftaran 💰 Biaya Kuliah 🎓 Program Studi 📚 Info & Akademik atau ketik pertanyaanmu
Powered by AI