stikesmuhbjngr@gmail.com +62 812-5239-1126
Admin
🌐 Bahasa
Pilih Bahasa
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇨🇳 中文
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇫🇷 Français
🇩🇪 Deutsch
🇳🇱 Nederlands
🇪🇸 Español
🇷🇺 Русский
🇹🇷 Türkçe
Beranda / Berita / Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojone...
Berita

Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Sosialisasi Hidup Sehat Tanpa Rokok di Desa Jatiblimbing

Admin Maboro 09 Agustus 2026 25 dibaca
Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Sosialisasi Hidup Sehat Tanpa Rokok di Desa Jatiblimbing

Jatiblimbing, 9 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi Hidup Sehat Tanpa Rokok pada Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di Desa Jatiblimbing. Kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat laki-laki berusia 17–26 tahun ini menjadi upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya rokok serta mendorong perubahan pola pikir dan perilaku hidup sehat.

Sosialisasi disampaikan oleh Lailatul Avifah dengan materi mengenai pengertian rokok, kandungan berbahaya, serta dampak merokok terhadap kesehatan. Peserta diberikan pemahaman bahwa kandungan seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida dapat menimbulkan ketergantungan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker paru-paru, bronkitis kronis, serta gangguan pernapasan. Paparan asap rokok juga dapat berdampak terhadap perokok pasif, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Tidak hanya membahas kesehatan fisik, kegiatan ini juga menyoroti dampak merokok terhadap kesehatan mental. Peserta diberikan pemahaman mengenai kaitan kebiasaan merokok dengan risiko depresi, gangguan kualitas tidur, stres dan kecemasan, serta gangguan konsentrasi, fokus, dan memori. Edukasi tersebut bertujuan membentuk pemahaman bahwa rokok bukan merupakan solusi untuk mengatasi tekanan psikologis.

Dalam sesi penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan perubahan pola pikir terhadap kebiasaan merokok. Pemikiran bahwa seseorang tetap sehat meskipun merokok diarahkan menjadi kesadaran bahwa dampak rokok dapat muncul secara bertahap dan tidak selalu dirasakan secara langsung. Dengan demikian, peserta didorong untuk mulai mengurangi konsumsi rokok dan memiliki komitmen untuk berhenti.

Thoyiba Wahyu Famelia selaku moderator menambahkan bahwa anggapan rokok sebagai sarana untuk menghilangkan stres pada dasarnya hanya memberikan rasa lega atau sugesti sementara. Rokok bukan cara yang tepat untuk mengelola stres dalam jangka panjang. Peserta dianjurkan mengembangkan alternatif yang lebih sehat, seperti olahraga, istirahat yang cukup, melakukan aktivitas positif, serta membangun dukungan sosial.

 

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas bahwa lingkungan dan pergaulan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi seseorang untuk mulai merokok maupun mempertahankan kebiasaan tersebut. Ajakan teman, kebiasaan merokok dalam kelompok, dan anggapan bahwa merokok merupakan bagian dari pergaulan dapat menjadi faktor pendorong. Oleh karena itu, peserta diimbau untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan mampu menolak ajakan merokok.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Salah seorang peserta mengungkapkan telah merokok selama kurang lebih 10 tahun dan merasa tidak nyaman ketika tidak merokok. Sementara itu, peserta lainnya masih beranggapan bahwa merokok tidak memberikan dampak yang berarti terhadap kesehatan. Sebagian besar peserta juga mengaku telah mulai merokok sejak sekitar usia 14 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Lailatul Avifah sebagai pemateri menjelaskan bahwa kondisi tubuh yang masih terlihat sehat tidak dapat menjadi indikator bahwa seseorang terbebas dari risiko akibat rokok. Peserta kemudian diajak untuk meningkatkan kesadaran, mengevaluasi kebiasaan merokok, serta melakukan perubahan secara bertahap.

Selain membahas risiko merokok, mahasiswa KKN juga menyampaikan manfaat menjalani kehidupan tanpa rokok, seperti menjaga kesehatan pernapasan, meningkatkan kebugaran, mendukung kualitas tidur dan kesehatan mental, menghemat pengeluaran, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga dan masyarakat.

Sebagai langkah awal untuk berhenti merokok, peserta dianjurkan membangun niat dan komitmen, mengurangi konsumsi secara bertahap, mengalihkan keinginan merokok dengan kegiatan positif, menerapkan pola hidup sehat, serta memperoleh dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Jatiblimbing mengenai pentingnya hidup tanpa rokok. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan tindakan nyata dalam mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok.

Penulis : Lailatul Avifah

Bagikan: Facebook WhatsApp
Kepo-in Maboro
Online - siap membantu
Halo! Ada yang bisa aku bantu? 👋
Pilih topik: 📋 PMB & Pendaftaran 💰 Biaya Kuliah 🎓 Program Studi 📚 Info & Akademik atau ketik pertanyaanmu
Powered by AI